Masukan
OrganSistem pencernaan

Usus buntu (apendiks)

Appendix vermiformis

Halaman ini diterjemahkan secara otomatis dari bahasa Inggris dan belum ditinjau oleh tenaga medis penutur asli. Jika ada yang kurang jelas, lihat versi bahasa Inggris. Versi bahasa Inggris

Lokasi:
Perut kanan bawah
Lihat Usus buntu (apendiks) dalam 3D

Fungsi

Apendiks (usus buntu) adalah divertikulum limfoid sepanjang 6–10 cm yang menggantung dari sekum, pangkalnya menetap di tempat bertemunya ketiga taeniae coli — titik McBurney menandai proyeksinya pada permukaan tubuh, pada sepertiga jarak dari SIAS (duri tulang pinggul depan atas) ke pusar.

Lama dianggap organ sisa, kini ia dihargai sebagai organ limfoid dan 'rumah aman' — cadangan bakteri baik yang mengisi kembali kolon setelah diare berat. Posisinya yang bervariasi (65% di belakang sekum, 30% di pelvis) menjelaskan banyaknya samaran apendisitis (radang usus buntu).

Suplai darah

Arteri apendiks — arteri ujung; trombosis padanya menjelaskan mengapa apendisitis bisa menjadi gangren.

Persarafan

Saraf vagus dan simpatis T10 — nyeri di sekitar pusar lebih dulu muncul sebelum lokasinya jelas.

Relevansi klinis

Apendisitis (radang usus buntu)
Sumbatan lumen oleh batu tinja (fekolit) atau pembengkakan jaringan limfoid memicu pertumbuhan bakteri berlebih — hilangnya nafsu makan, perpindahan nyeri, lalu tanda-tanda peritonisme (iritasi selaput perut).
Tumor karsinoid
Apendiks (usus buntu) adalah salah satu lokasi tersering tumor neuroendokrin (karsinoid) — biasanya ditemukan secara kebetulan, sesekali menyumbat.

Penyakit terkait

Referensi anatomi edukatif, bukan saran medis. Tentang konten ini.