Kerongkongan (esofagus)
Oesophagus
Halaman ini diterjemahkan secara otomatis dari bahasa Inggris dan belum ditinjau oleh tenaga medis penutur asli. Jika ada yang kurang jelas, lihat versi bahasa Inggris. Versi bahasa Inggris
- Lokasi:
- Leher → toraks → abdomen (rongga perut)
Fungsi
Kerongkongan (esofagus) adalah tabung berotot sepanjang 25 cm yang hanya punya satu tugas — mengangkut — namun dikerjakan dengan presisi: gelombang peristaltik dari satu telanan mencapai lambung dalam 8–10 detik, melintasi tiga penyempitan anatomi (otot krikofaringeus pada 15 cm, persilangan lengkung aorta/bronkus pada 22 cm, dan hiatus diafragma pada 40 cm dari gigi seri) yang mencatat jarak-jarak yang selalu dikutip para ahli endoskopi.
Sepertiga bagian atasnya otot lurur (menelan yang disadari), sepertiga tengah campuran, sepertiga bawah otot polos — peristaltik otomatis yang tetap bekerja meski tubuh terbalik. Sfingter esofagus bagian bawah menahan zona bertekanan tinggi sepanjang 2–3 cm terhadap refluks, dibantu dari luar oleh jepitan diafragma.
Suplai darah
Arteri tiroid inferior, cabang-cabang esofagus dari aorta, dan arteri gastrika kiri.
Persarafan
Saraf vagus (motorik parasimpatis dan sekretomotor), simpatis dari rantai torakal.
Relevansi klinis
- GERD (refluks)
- Sfingter yang bocor membiarkan asam lambung membakar lapisan epitel skuamosa — rasa panas di dada (heartburn), dan pada sebagian orang timbul metaplasia Barrett menuju adenokarsinoma.
- Akalasia
- Gagal mengendurnya sfingter esofagus bagian bawah (LES) disertai hilangnya peristaltik membuat makanan menumpuk di esofagus yang melebar — sulit menelan makanan padat maupun cairan.
- Varises esofagus
- Hipertensi portal membelokkan darah ke vena di bawah selaput lendir sepertiga bagian bawah esofagus; pecahnya menimbulkan pendarahan yang sangat hebat.
Penyakit terkait
Referensi anatomi edukatif, bukan saran medis. Tentang konten ini.